amalan yang baik adalah ;
1.Senangkan hati saudaramu
Lalu dalam hadits di atas, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati saudaramu”.
Subhaanallah… ketika seseorang melihat saudaranya sedang
bersedih hati hendaknya ia berusaha gembirakan hatinya. Atau ia melihat
temannya sedang sakit, hendaknya ia hibur hatinya agar bisa semakin
sabar dengan sakitnya tersebut. Itu amalan yang besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam riwayat At Tirmidzi juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “barangsiapa
yang menghilangkan salah satu kesulitan seorang mukmin maka Allah kelak
akan hilangkan salah satu kesulitannya pada hari kiamat”. Siapa di
antara kita yang tidak ingin dihilangkan kesulitannya di hari kiamat?
Karena kesulitan di hari kiamat lebih dahsyat dan lebih keras. Allah
Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia berkata: “Kapankah hari
kiamat itu (terjadi)?” Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan
apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan
dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: “Ke manakah tempat melarikan
diri?” Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!”(QS. Al Qiyamah: 7-11).
Ia juga berfirman (yang artinya), “Apabila datang suara yang
memekakkan pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan
bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada
hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya” (QS. Abasa: 33-37).
2.Menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain
Subhanallah… di sini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
ditanya siapa orang yang paling dicintai oleh Allah, ternyata ia adalah
orang yang paling bermanfaat untuk manusia. Ini menunjukkan kepada kita
bahwa Islam mengajarkan agar kita gemar memberikan manfaat kepada orang
lain. Bukan sebaliknya, yaitu menjadikan agar bagaimana orang lain
bermanfaat buat kita. Tapi yang hendaknya kita pikirkan adalah bagaimana
agar kita bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Oleh karena itulah
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” (HR. Bukhari 1429, Muslim 1033).
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan kepada
umatnya agar memiliki jiwa yang gemar memberi manfaat dan tidak
bersandar kepada orang lain. Oleh karena itu juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “bersemangatlah kalian kepada apa yang bermanfaat bagi kalian, mintalah pertolongan Allah dan jangan malas” (HR. Bukhari 3591, Muslim 2664). Seorang mukmin selalu memikirkan bagaimana agar hidupnya bermanfaat.
3.Memberi makan kepada seorang yang kelaparan
Seorang mukmin jangan sampai membiarkan tetangganya kelaparan atau
saudaranya sesama Muslim lain kelaparan. Terkadang karena sikap acuh tak
acuh, banyak orang kaya yang tidak peduli bahwa di kampung-kampung
banyak kaum mukminin yang kelaparan. Akhirnya apa yang terjadi? Mereka
menjadi korban-korban yang empuk bagi kristenisasi. Akhirnya mereka pun
menggadaikan aqidahnya demi mendapat sesuap nasi. Maka Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan bahwa menghilangkan kelaparan
dari seorang Muslim itu amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
4.Membantu seorang yang terlilit oleh hutang
Seorang
muslim yang membantu saudara muslinya untuk menebus atau membayarkan
hutangnya maka ia akan dibebaskan oleh ALLAH SWT dari panasnya api
neraka
5.Membantu orang lain,besar pahalanya
Seorang
muslim yang telah membantu saudara muslimnya untuk meringankan beban
yang ia sedang rasakan maka hal tersebut juga termaksut dalam amalan
yang dicintai oleh Allah Swt,karena Allah Swt tidak mengajarkan kepada
umat manusianya untuk berbuat egois terutama pada saat ia melihat
seorang sesama muslim sedang dalam kesulitan maka bantulah
6. Dapat menahan Amarahnya
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan, “…siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya”.
Karena amarah seringkali menimbulkan perbuatan dan perkataan yang
tidak terkontrol, sehingga menjatuhkan martabat pelakunya. Lalu beliau
juga bersabda, “Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat”.
Seorang raja yang marah kepada bawahannya padahal ia mampu untuk
melakukannya, atau seorang ayah yang marah kepada anaknya padahal ia
mampu untuk melakukannya, maka Allah akan panggil dia di hari kiamat dan
Allah akan pilihkan bagi dia bidadari-bidadari surga ia inginkan.
7. Siapa yang telah membantu beban ataupun masalah sesorang hingga permasalahan itu tuntas
alu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda tentang amalan yang dicintai Allah, “Dan
barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi
kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika
banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka”, yaitu ketika melewati
jembatan shirath di akhirat, banyak kaki yang tergelincir dan terpeleset
ke dalam api neraka. Maka orang yang berjalan bersama saudaranya,
membantunya sampai memenuhi kebutuhannya, Allah akan kokohkan kakinya
melewati jembatan shirath tersebut sehingga ia tidak tergelincir.
Saudaraku, sungguh ini petuah-petuah yang bermanfaat bagi kita semua
wahai saudaraku. Semoga kita termasuk orang yang mampu melaksanakan
petuah-petuah yang ada dalam hadits ini sehingga menjadi orang yang
paling bermanfaat bagi manusia dan orang yang paling dicintai oleh Allah
Subhaanahu Wa Ta’ala.


0 komentar:
Posting Komentar